Jenis Order dalam Forex: Pengertian, Fungsi, dan Cara Menggunakannya | Belajar Dasar Forex

Jenis Order dalam Forex: Pengertian, Fungsi, dan Cara Menggunakannya

Daftar Isi

Saat mulai trading forex, kamu tidak cukup hanya bisa membaca grafik dan menentukan kapan harga akan naik atau turun. Kamu juga perlu memahami cara mengirim instruksi transaksi kepada broker. Instruksi inilah yang disebut order.

Ada kalanya trader ingin langsung membeli pasangan mata uang pada harga pasar. Namun, ada juga yang memilih menunggu harga mencapai level tertentu sebelum membuka posisi. Kebutuhan yang berbeda ini membuat trader perlu memahami jenis order dalam forex.

Dengan mengenali setiap jenis order, kamu bisa merencanakan entry dengan lebih teratur, mengatur posisi keluar, dan mengurangi keputusan impulsif saat menghadapi pergerakan harga.

Checklist Gratis untuk Trader Pemula

Hindari kesalahan sebelum deposit dan membuka posisi. Unduh panduan praktis Forex Starter Kit secara gratis.

DOWNLOAD GRATIS
Gratis • PDF • Cocok untuk trader pemula

Apa Itu Order dalam Forex?

Order forex adalah instruksi untuk membeli atau menjual pasangan mata uang melalui broker. Order dapat digunakan untuk membuka posisi baru maupun mengatur penutupan posisi yang sudah terbuka.

Sebagai contoh, kamu memperkirakan EUR/USD akan naik setelah menembus level resistance. Kamu bisa langsung membuka posisi buy jika kondisi pasar sudah sesuai, atau memasang order untuk menunggu harga mencapai level yang telah ditentukan.

Dalam platform trading seperti MetaTrader 4 (MT4) dan MetaTrader 5 (MT5), order umumnya dibagi menjadi dua kategori utama, yaitu market order dan pending order. Selain itu, terdapat Stop Loss dan Take Profit untuk membantu mengelola posisi.

Jenis Order dalam Forex yang Perlu Dipahami

1. Market Order

Market order adalah instruksi untuk membeli atau menjual pasangan mata uang pada harga pasar yang tersedia. Jenis order ini cocok ketika kamu ingin segera masuk ke pasar tanpa menunggu harga tertentu.

Diagram perbedaan market order dan limit order forex: kualitas harga, prioritas eksekusi dan risiko order tidak terisi.

Misalnya, EUR/USD sedang berada di sekitar 1.10000 dan kamu melihat peluang buy berdasarkan strategi trading. Kamu mengirim market order buy, lalu broker memproses transaksi sesuai kondisi eksekusi yang berlaku.

Perlu dipahami bahwa harga eksekusi tidak selalu persis sama dengan harga yang terlihat di layar. Perubahan harga, spread, dan kondisi likuiditas dapat memengaruhi hasil eksekusi.

Market order biasanya digunakan ketika peluang entry sudah memenuhi kriteria strategi. Meski praktis, bukan berarti kamu harus selalu masuk pasar secepat mungkin. Pastikan potensi keuntungan dan risiko sudah diperhitungkan sebelum membuka posisi.

2. Pending Order

Pending order adalah instruksi untuk membuka transaksi ketika harga mencapai kondisi atau level yang sudah ditentukan. Kamu tidak harus terus memantau grafik untuk menunggu harga menyentuh level tersebut.

Contohnya, EUR/USD berada di 1.10000. Kamu ingin membeli jika harga turun ke 1.09500, tetapi belum ingin masuk pasar sekarang. Kamu dapat memasang Buy Limit pada level yang direncanakan.

Pending order memiliki empat jenis dasar yang umum digunakan:

  • Buy Limit
  • Sell Limit
  • Buy Stop
  • Sell Stop
Baca Juga:  Mengetahui Istilah Psikologi Dalam Forex

Perbedaan utamanya terletak pada posisi harga order terhadap harga pasar saat ini dan kondisi yang diharapkan trader.

3. Buy Limit dan Sell Limit

Buy Limit dan Sell Limit digunakan ketika trader memperkirakan harga akan mencapai level tertentu sebelum bergerak berbalik arah.

Buy Limit ditempatkan di bawah harga pasar saat ini. Order ini digunakan ketika trader mengharapkan harga turun terlebih dahulu, kemudian berpotensi naik kembali.

Contohnya, EUR/USD berada di 1.10000. Kamu melihat area support di 1.09500 dan ingin membeli jika harga turun ke area tersebut. Buy Limit dapat dipasang pada level yang telah direncanakan.

Sebaliknya, Sell Limit ditempatkan di atas harga pasar saat ini. Order ini digunakan ketika trader mengharapkan harga naik ke area resistance sebelum berpotensi turun.

Misalnya, EUR/USD berada di 1.10000 dan kamu mengamati resistance di 1.10500. Kamu dapat memasang Sell Limit pada level tersebut jika sesuai dengan analisis trading.

Kedua order ini tidak menjamin harga akan berbalik sesuai perkiraan. Support dan resistance dapat ditembus, sehingga perencanaan Stop Loss tetap diperlukan.

4. Buy Stop dan Sell Stop

Berbeda dari limit order, stop order digunakan untuk membuka posisi ketika harga bergerak mencapai level tertentu yang biasanya berada di luar harga pasar saat ini.

Buy Stop ditempatkan di atas harga pasar. Trader biasanya menggunakannya ketika memperkirakan momentum kenaikan akan berlanjut setelah harga menembus resistance.

Contohnya, EUR/USD berada di 1.10000 dan resistance terlihat di 1.10500. Jika strategi mengandalkan konfirmasi breakout, Buy Stop dapat ditempatkan di atas level tersebut.

Sementara itu, Sell Stop ditempatkan di bawah harga pasar. Order ini dapat digunakan ketika trader memperkirakan penurunan akan berlanjut setelah harga menembus support.

Misalnya, EUR/USD berada di 1.10000 dan support berada di 1.09500. Kamu dapat mempertimbangkan Sell Stop di bawah level support jika analisis menunjukkan peluang penurunan lanjutan.

Perlu diingat, breakout palsu dapat terjadi. Harga yang menyentuh level order juga tidak selalu menghasilkan transaksi pada harga persis yang direncanakan, terutama ketika pasar bergerak cepat.

5. Stop Loss dan Take Profit

Stop Loss (SL) dan Take Profit (TP) merupakan instruksi untuk menutup posisi ketika harga mencapai level tertentu. Keduanya berbeda dari empat jenis pending order yang digunakan untuk membuka posisi.

Stop Loss membantu membatasi kerugian ketika harga bergerak berlawanan dengan prediksi. Misalnya, kamu membuka posisi buy EUR/USD di 1.10000 dan menetapkan Stop Loss di 1.09700. Jika level tersebut terpicu, posisi akan ditutup sesuai mekanisme eksekusi broker.

Baca Juga:  Analisa Teknikal dengan Day Trade Limit

Take Profit digunakan untuk merealisasikan keuntungan ketika harga mencapai target yang telah ditentukan. Jika posisi buy dibuka di 1.10000 dengan Take Profit di 1.10600, posisi direncanakan ditutup ketika harga mencapai level tersebut.

SL dan TP bukan jaminan hasil akhir selalu sama dengan harga yang ditentukan. Gap harga, slippage, dan kondisi pasar dapat memengaruhi harga eksekusi.

Perbedaan Market Order dan Pending Order

Market order lebih praktis ketika kamu ingin segera bertransaksi. Pending order lebih sesuai ketika strategi membutuhkan entry pada level harga tertentu. Pilihannya bergantung pada rencana trading, bukan sekadar jenis order yang terlihat paling mudah.

Cara Memilih Jenis Order yang Tepat

Sebelum membuka transaksi, tentukan terlebih dahulu kondisi yang kamu harapkan dari pasar.

  • Gunakan market order jika sinyal trading sudah muncul dan kamu ingin masuk segera.
  • Pertimbangkan Buy Limit atau Sell Limit jika mencari peluang entry saat harga mengalami koreksi menuju area tertentu.
  • Pertimbangkan Buy Stop atau Sell Stop jika strategi membutuhkan konfirmasi pergerakan melewati level harga tertentu.
  • Tentukan Stop Loss berdasarkan batas risiko yang sanggup kamu terima.
  • Pasang Take Profit berdasarkan target dan rasio risiko terhadap potensi keuntungan yang masuk akal.

Misalnya, kamu memiliki modal Rp1.000.000 dan membatasi risiko sebesar 1% per transaksi. Artinya, anggaran risiko yang direncanakan adalah Rp10.000. Ukuran lot dan jarak Stop Loss perlu disesuaikan agar potensi kerugian tidak melampaui anggaran tersebut, dengan tetap memperhitungkan biaya transaksi dan risiko slippage.

Untuk memahami konsep trading secara bertahap, kamu bisa mengunjungi panduan belajar forex untuk pemula. Materi di dalamnya dapat membantu kamu menghubungkan pemahaman tentang order dengan analisis pasar, pengelolaan risiko, dan persiapan sebelum membuka posisi.

Kesalahan Pemula Saat Menggunakan Order Forex

Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah memasang order hanya karena harga terlihat akan naik atau turun, tanpa memiliki rencana entry dan exit yang jelas.

Kesalahan lainnya adalah tertukar antara Buy Limit dan Buy Stop, atau antara Sell Limit dan Sell Stop. Ingat, limit order umumnya digunakan untuk mengantisipasi harga yang berbalik dari level tertentu, sedangkan stop order digunakan untuk mengikuti pergerakan setelah harga mencapai level pemicu.

Trader pemula juga kerap mengabaikan spread, ukuran lot, dan Stop Loss. Padahal, order yang dipasang dengan benar secara teknis belum tentu menjadi keputusan trading yang baik. Sebelum mengirim order, periksa kembali pasangan mata uang, volume transaksi, harga pemicu, serta batas risiko.

Kesimpulan

Memahami jenis order dalam forex membantu kamu menentukan cara masuk dan keluar dari pasar sesuai strategi. Market order digunakan untuk eksekusi langsung, sedangkan pending order memungkinkan transaksi dibuka ketika harga mencapai level tertentu. Buy Limit, Sell Limit, Buy Stop, dan Sell Stop memiliki fungsi berbeda yang perlu dipahami sebelum digunakan.

Baca Juga:  Free Margin Forex: Pengertian, Rumus, dan Cara Menghitungnya

Stop Loss dan Take Profit melengkapi rencana trading dengan level penutupan posisi yang terukur. Namun, tidak ada jenis order yang bisa menjamin keuntungan. Disiplin menjalankan strategi dan mengendalikan risiko tetap menjadi bagian penting dalam trading forex.

## FAQ Seputar Jenis Order dalam Forex

### 1. Apa saja jenis order dalam forex?

Jenis order utama meliputi market order dan pending order. Pending order mencakup Buy Limit, Sell Limit, Buy Stop, dan Sell Stop. Trader juga dapat menggunakan Stop Loss dan Take Profit untuk mengatur penutupan posisi.

### 2. Apa perbedaan market order dan pending order?

Market order dikirim untuk segera dieksekusi berdasarkan kondisi harga pasar yang tersedia. Pending order menunggu hingga harga mencapai level pemicu yang telah ditentukan.

### 3. Apa perbedaan Buy Limit dan Buy Stop?

Buy Limit ditempatkan di bawah harga pasar saat ini untuk mengantisipasi pembelian setelah harga turun. Buy Stop ditempatkan di atas harga pasar untuk mengikuti peluang kenaikan setelah harga mencapai level pemicu.

### 4. Apa perbedaan Sell Limit dan Sell Stop?

Sell Limit ditempatkan di atas harga pasar saat ini, sedangkan Sell Stop ditempatkan di bawahnya. Keduanya digunakan untuk skenario trading yang berbeda sesuai analisis harga.

### 5. Apakah pending order tetap berjalan ketika MT4 atau MT5 ditutup?

Pada umumnya, pending order yang sudah diterima dan tersimpan di server broker tetap aktif meskipun aplikasi ditutup. Namun, ketentuan masa berlaku order dan kebijakan broker perlu diperiksa terlebih dahulu.

### 6. Apakah Stop Loss menjamin kerugian tidak melebihi jumlah yang ditentukan?

Tidak selalu. Stop Loss membantu mengendalikan risiko, tetapi gap harga, slippage, dan kondisi eksekusi dapat menyebabkan posisi ditutup pada harga yang berbeda dari level Stop Loss.

### 7. Jenis order forex apa yang cocok untuk pemula?

Market order relatif mudah dipahami untuk transaksi langsung, sedangkan pending order berguna untuk entry terencana. Pemula sebaiknya mempelajari fungsi setiap order, berlatih menggunakan akun demo, dan menetapkan batas risiko sebelum trading dengan uang sungguhan.

Author:

Arsip artikel yang diatribusikan kepada andi di DasarForex. Materi pada situs ini disediakan untuk edukasi umum. Untuk pertanyaan atau koreksi mengenai tulisan, hubungi pengelola melalui halaman Kontak DasarForex dengan menyertakan alamat artikel terkait.

Analisis TeknikalPsikologi TradingMoney Management

Forex Starter Kit Gratis

Checklist praktis untuk pemula sebelum memilih broker, deposit, dan membuka posisi pertama.

DOWNLOAD GRATIS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat juga diskusi dan sharing di Forum Trader Forex Indonesia

Kesulitan mengakses DasarForex?

Silakan buka lewat DASARFOREX.CLUB

X