Pending Order Forex: Pengertian, Jenis, dan Cara Menggunakannya | Belajar Dasar Forex

Pending Order Forex: Pengertian, Jenis, dan Cara Menggunakannya

Daftar Isi

5/5 (1)

Apa Itu Pending Order Forex?

Pending order forex adalah instruksi untuk membuka posisi trading pada harga tertentu yang berbeda dari harga pasar saat ini. Order ini akan menunggu sampai kondisi harga yang ditentukan terpenuhi sebelum dieksekusi oleh broker.

Misalnya, harga EUR/USD saat ini berada di 1.1000. Kamu memperkirakan harga akan naik setelah menembus level 1.1050. Daripada terus memantau grafik dan menekan tombol Buy secara manual, kamu bisa memasang Buy Stop di 1.1050.

Checklist Gratis untuk Trader Pemula

Hindari kesalahan sebelum deposit dan membuka posisi. Unduh panduan praktis Forex Starter Kit secara gratis.

DOWNLOAD GRATIS
Gratis • PDF • Cocok untuk trader pemula

Jika harga mencapai level tersebut, order akan diproses sesuai ketentuan broker dan kondisi pasar.

Namun, perlu dipahami bahwa pending order bukan jaminan mendapatkan harga eksekusi yang persis sama dengan harga yang kamu tentukan. Ketika pasar bergerak cepat atau terjadi gap harga, eksekusi bisa mengalami slippage, yaitu perbedaan antara harga yang diminta dan harga yang didapatkan.

Pending order berguna bagi trader yang ingin merencanakan entry berdasarkan level harga tertentu, termasuk ketika tidak sedang memantau chart. Meski begitu, order tetap perlu disertai pengelolaan risiko yang baik.

Jenis-Jenis Pending Order Forex

Secara umum, pending order forex memiliki empat jenis utama. Masing-masing digunakan berdasarkan perkiraan arah pergerakan harga dan lokasi entry yang diinginkan.

1. Buy Limit

Buy Limit digunakan ketika trader ingin membeli pada harga yang lebih rendah daripada harga pasar saat ini.

Contohnya, EUR/USD sedang berada di 1.1000. Kamu melihat area support di sekitar 1.0950 dan memperkirakan harga berpotensi memantul naik setelah menyentuh area tersebut.

Kamu bisa memasang Buy Limit di 1.0950. Jika harga turun ke level itu, order akan diproses sesuai kondisi eksekusi broker.

Buy Limit biasanya digunakan untuk skenario buy on pullback, yaitu menunggu harga turun terlebih dahulu sebelum membuka posisi beli.

Perlu diingat, harga yang menyentuh support tidak selalu akan memantul. Jika support ditembus, harga bisa terus turun sehingga posisi Buy mengalami kerugian.

2. Sell Limit

Sell Limit merupakan kebalikan dari Buy Limit. Order ini digunakan untuk menjual pada harga yang lebih tinggi daripada harga pasar saat ini.

Misalnya, EUR/USD berada di 1.1000 dan kamu melihat resistance di 1.1050. Kamu memperkirakan harga akan naik menuju resistance, lalu berbalik turun.

Dalam skenario tersebut, kamu dapat memasang Sell Limit di 1.1050.

Jika harga mencapai level itu, order akan diproses untuk membuka posisi Sell. Strategi ini sering digunakan ketika trader memperkirakan harga akan mengalami penolakan di area resistance.

Akan tetapi, resistance bukan batas yang pasti menahan harga. Jika terjadi breakout, harga justru dapat melanjutkan kenaikan dan menyebabkan posisi Sell merugi.

3. Buy Stop

Buy Stop digunakan untuk membeli pada harga yang lebih tinggi daripada harga pasar saat ini.

Order ini cocok untuk skenario breakout bullish, yaitu ketika trader ingin masuk setelah harga menembus resistance atau level tertentu.

Baca Juga:  Leverage 1:100 vs 1:500 vs 1:1000, Apa Bedanya?

Sebagai contoh, EUR/USD bergerak di 1.1000 dengan resistance pada 1.1050. Kamu memperkirakan penembusan resistance dapat memicu kenaikan lanjutan, sehingga memasang Buy Stop di 1.1060.

Apabila harga naik mencapai level tersebut, order akan diproses sesuai ketentuan broker.

Buy Stop membantu trader mengikuti momentum kenaikan tanpa harus terus menunggu di depan layar. Namun, waspadai false breakout, yaitu kondisi ketika harga menembus resistance sebentar lalu kembali turun.

4. Sell Stop

Sell Stop digunakan untuk menjual pada harga yang lebih rendah daripada harga pasar saat ini.

Misalnya, EUR/USD berada di 1.1000 dan support terlihat di 1.0950. Kamu memperkirakan penembusan support akan memicu penurunan lebih lanjut.

Kamu dapat memasang Sell Stop di 1.0940. Jika harga turun hingga level tersebut, order akan diproses untuk membuka posisi Sell.

Sell Stop sering digunakan untuk mengikuti momentum bearish atau mengantisipasi breakdown support.

Risikonya, harga dapat menembus support sesaat lalu kembali naik. Karena itu, jangan hanya mengandalkan satu level harga tanpa mempertimbangkan kondisi pasar dan rencana pengelolaan risiko.

Perbedaan Pending Order dan Market Order

Pending order dan market order sama-sama digunakan untuk membuka posisi trading, tetapi cara penggunaannya berbeda.

Perbedaan Pending Order dan Market Order

Menurut dokumentasi resmi MetaTrader 5, pending order merupakan instruksi trading yang menunggu kondisi tertentu, sedangkan market order digunakan untuk meminta eksekusi pada harga pasar yang tersedia.

Jika kamu ingin memahami semua jenis order, termasuk Market Order dan variasi lainnya, baca juga artikel Jenis Order dalam Forex: Pengertian, Fungsi, dan Cara Menggunakannya. Dengan memahami perbedaannya, kamu bisa menentukan jenis order yang sesuai dengan strategi trading.

Cara Menggunakan Pending Order Forex

Kamu bisa memasang pending order melalui platform trading seperti MetaTrader 4 atau MetaTrader 5. Nama menu dan pilihan yang tersedia dapat sedikit berbeda, tergantung platform serta broker yang digunakan.

1. Tentukan arah dan skenario trading

Buka grafik pasangan mata uang yang ingin kamu tradingkan, misalnya EUR/USD. Identifikasi tren, support, resistance, atau area breakout yang relevan.

Jangan memasang order hanya karena harga terlihat mendekati level tertentu. Tentukan alasan entry terlebih dahulu agar kamu tahu kondisi seperti apa yang mendukung atau membatalkan skenario trading.

2. Pilih jenis pending order

Sesuaikan jenis order dengan rencana yang sudah dibuat.

  • Menunggu harga turun untuk membeli: Buy Limit.
  • Menunggu harga naik untuk menjual: Sell Limit.
  • Membeli setelah harga menembus level atas: Buy Stop.
  • Menjual setelah harga menembus level bawah: Sell Stop.

3. Tentukan harga entry

Masukkan level harga yang ingin digunakan sebagai pemicu order. Periksa kembali apakah level tersebut berada di posisi yang sesuai dengan jenis order.

Perhatikan pula jarak minimum order dari harga pasar. Broker tertentu menetapkan batas jarak atau stops level sehingga order tidak bisa dipasang terlalu dekat dengan harga saat ini.

Baca Juga:  Makna dari Leverage dan Margin

4. Atur Stop Loss dan Take Profit

Stop Loss (SL) digunakan untuk membatasi kerugian ketika harga bergerak berlawanan dengan perkiraan. Sementara itu, Take Profit (TP) digunakan untuk menutup posisi ketika target keuntungan tercapai.

Tentukan keduanya berdasarkan analisis dan toleransi risiko, bukan sekadar memilih angka secara acak. Ukuran lot juga perlu disesuaikan dengan jarak Stop Loss dan modal yang tersedia.

Ingat, Stop Loss tidak selalu menjamin posisi ditutup tepat pada harga yang ditentukan, terutama ketika terjadi gap atau pergerakan pasar yang sangat cepat.

5. Periksa dan konfirmasi order

Sebelum menekan tombol untuk memasang order, periksa kembali:

  • Pasangan mata uang yang dipilih.
  • Jenis order dan harga entry.
  • Volume atau ukuran lot.
  • Level Stop Loss dan Take Profit.
  • Waktu kedaluwarsa order, jika tersedia.

Setelah dikirim, pastikan statusnya menunjukkan bahwa order diterima atau aktif. Pending order yang belum terpicu juga perlu dipantau dan dibatalkan jika alasan awal trading sudah tidak relevan.

Contoh Pending Order Forex pada Pasangan EUR/USD

Misalkan harga EUR/USD saat ini berada di 1.1000. Kamu melihat resistance di 1.1050 dan ingin membeli hanya jika harga berhasil menembus area tersebut.

Kamu memasang Buy Stop pada 1.1060, dengan Stop Loss di 1.1020 dan Take Profit di 1.1140.

Berikut gambaran rencana tradingnya.

Contoh Pending Order Forex pada Pasangan EURUSD

Perhitungan di atas menggunakan asumsi EUR/USD dengan 1 pip = 0.0001.

Rasio potensi keuntungan terhadap risiko adalah 2:1, sebelum memperhitungkan spread, komisi, dan slippage. Artinya, jarak target keuntungan dua kali jarak Stop Loss.

Jika harga naik dan memicu Buy Stop, posisi beli akan dibuka sesuai ketentuan eksekusi broker. Namun, apabila harga tidak pernah mencapai 1.1060, order tetap menunggu sampai dipicu, dibatalkan, atau kedaluwarsa.

Contoh ini hanya ilustrasi mekanisme order, bukan rekomendasi untuk membuka posisi EUR/USD pada level tersebut.

Kelebihan dan Risiko Pending Order

Pending order membantu trader menjalankan rencana trading dengan lebih terstruktur. Kamu bisa menentukan level entry sebelumnya, mengurangi kebutuhan untuk terus menatap grafik, dan memanfaatkan peluang ketika harga mencapai area yang diincar.

Meski demikian, pending order tidak otomatis membuat trading lebih aman atau menguntungkan.

Beberapa risiko yang perlu dipahami antara lain:

  • False breakout: harga menembus level tertentu, kemudian berbalik arah.
  • Slippage: harga eksekusi berbeda dari harga pemicu, terutama pada stop order ketika pasar bergerak cepat.
  • Perubahan kondisi pasar: analisis yang awalnya masuk akal bisa menjadi tidak relevan sebelum order aktif.
  • Risiko kerugian: posisi yang terpicu tetap bisa bergerak berlawanan dengan perkiraan.
  • Margin tidak mencukupi: order dapat ditolak atau gagal diaktifkan jika persyaratan margin tidak terpenuhi.

Dokumentasi MetaTrader menjelaskan bahwa stop order dapat mengalami slippage, sementara order juga bisa ditolak ketika syarat eksekusi tidak terpenuhi.

Baca Juga:  Leverage Forex: Pengertian, Cara Kerja & Contohnya

Untuk pemula, sebaiknya berlatih menggunakan akun demo terlebih dahulu. Pelajari juga dasar analisis teknikal, manajemen risiko, leverage, dan margin sebelum menggunakan uang sungguhan.

Kamu bisa mempelajari fondasinya melalui Panduan Trading Forex untuk Pemula: Mulai dari Nol, terutama jika masih mempelajari cara membaca grafik dan menentukan entry.

Kesimpulan

Pending order forex memungkinkan kamu merencanakan entry pada level harga tertentu tanpa harus membuka posisi secara manual saat itu juga. Empat jenis yang paling umum adalah Buy Limit, Sell Limit, Buy Stop, dan Sell Stop.

Kuncinya terletak pada pemilihan order yang sesuai dengan skenario trading. Gunakan Limit Order ketika menunggu peluang pada harga yang lebih baik, dan Stop Order ketika ingin mengikuti pergerakan setelah harga menembus level tertentu.

Tetap gunakan Stop Loss, atur ukuran lot secara bijak, dan evaluasi order yang belum aktif. Pending order hanyalah alat bantu eksekusi, bukan jaminan keuntungan.

FAQ seputar Pending Order Forex

1. Apa yang dimaksud dengan pending order forex?

Pending order forex adalah instruksi untuk membuka posisi beli atau jual ketika harga mencapai level tertentu yang sudah ditetapkan sebelumnya.

2. Apa saja jenis pending order forex?

Empat jenis yang umum adalah Buy Limit, Sell Limit, Buy Stop, dan Sell Stop. Beberapa platform, seperti MetaTrader 5, juga mendukung Buy Stop Limit dan Sell Stop Limit.

3. Apa perbedaan Buy Limit dan Buy Stop?

Buy Limit digunakan untuk membeli di bawah harga pasar saat ini, sedangkan Buy Stop digunakan untuk membeli di atas harga pasar saat ini. Buy Limit biasanya digunakan untuk menunggu pullback, sementara Buy Stop sering digunakan untuk strategi breakout.

4. Apakah pending order tetap berjalan ketika MT4 atau MT5 ditutup?

Pada umumnya, ya. Jika order sudah diterima dan disimpan pada server broker, pending order dapat tetap aktif meskipun platform ditutup. Namun, ketentuan ini bergantung pada jenis order dan fasilitas broker yang digunakan.

5. Apakah pending order forex bisa dibatalkan?

Bisa. Selama order belum terpicu, kamu umumnya dapat mengubah harga atau parameter yang diizinkan, maupun membatalkannya melalui platform trading.

6. Apakah pending order lebih baik daripada market order?

Tidak selalu. Pending order cocok ketika kamu ingin menunggu harga tertentu, sedangkan market order lebih sesuai ketika ingin masuk ke pasar saat itu juga. Pilih berdasarkan strategi, kondisi pasar, dan pengelolaan risiko.

7. Apakah pending order pasti tereksekusi pada harga yang ditentukan?

Tidak selalu. Eksekusi bergantung pada jenis order, aturan broker, likuiditas, dan kondisi pasar. Stop order khususnya dapat mengalami slippage ketika harga bergerak cepat.

Author:

Arsip artikel yang diatribusikan kepada andi di DasarForex. Materi pada situs ini disediakan untuk edukasi umum. Untuk pertanyaan atau koreksi mengenai tulisan, hubungi pengelola melalui halaman Kontak DasarForex dengan menyertakan alamat artikel terkait.

Analisis TeknikalPsikologi TradingMoney Management

Forex Starter Kit Gratis

Checklist praktis untuk pemula sebelum memilih broker, deposit, dan membuka posisi pertama.

DOWNLOAD GRATIS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat juga diskusi dan sharing di Forum Trader Forex Indonesia

Kesulitan mengakses DasarForex?

Silakan buka lewat DASARFOREX.CLUB

X