Tentang Penulis: Pratiknyo Wijaya
Korelasi Pair Forex: Cara Menghitung Risiko Posisi Bersamaan
Beberapa pair dapat memiliki faktor risiko mata uang yang sama. Ilustrasi konseptual AI. Korelasi pair forex mengukur hubungan linear antarreturn pasangan mata uang dalam sampel tertentu. Untuk menghitung risiko posisi bersamaan, korelasi harus dibaca bersama arah transaksi, ukuran nominal, volatilitas, stop loss, dan eksposur tiap mata uang. Korelasi saja tidak...
Risk of Ruin Forex: Seberapa Besar Peluang Akun Menyentuh Batas Kerugian?
Risk of ruin mengukur peluang menyentuh batas kerugian yang ditentukan. Ilustrasi konseptual AI. Risk of ruin forex adalah peluang suatu akun menyentuh batas kerugian yang telah ditentukan selama horizon tertentu. Batas itu tidak harus saldo nol: penurunan 30% dari modal awal, margin stop-out, atau modal minimum operasional bisa menjadi definisi...
Position Sizing Forex Advanced: Menyesuaikan Risiko dengan Volatilitas
Ukuran posisi disesuaikan dengan volatilitas dan anggaran risiko. Ilustrasi konseptual AI. Position sizing forex advanced adalah proses menentukan ukuran posisi dari anggaran risiko, jarak stop, volatilitas, biaya transaksi, dan posisi lain yang masih terbuka. Ukuran lot merupakan hasil perhitungan tersebut, bukan angka yang dipilih dahulu lalu dipaksakan pada chart. Tujuannya...
Market Structure Forex: Cara Membaca HH, HL, LH, dan LL secara Objektif
Seri Forex Advanced — Struktur Pasar, Bagian 3. Istilah higher high, higher low, lower high, dan lower low terlihat sederhana. Namun, masalah muncul ketika trader memilih swing setelah chart selesai. Jika titik swing berubah setiap kali hasil tidak sesuai harapan, market structure hanya menjadi cerita setelah kejadian. Artikel ini membahas...
Support Resistance Dinamis vs Statis: Mana yang Lebih Konsisten?
Seri Forex Advanced — Struktur Pasar, Bagian 2. Support dan resistance statis mudah dikenali karena levelnya horizontal. Level dinamis bergerak mengikuti harga atau waktu, misalnya moving average atau VWAP. Pertanyaannya bukan mana yang “lebih akurat” secara mutlak, tetapi apakah aturan level tersebut konsisten, dapat direplikasi, dan sesuai dengan horizon trading....
Break and Retest Forex: Konfirmasi Valid atau Ilusi Chart?
Seri Forex Advanced — Struktur Pasar, Bagian 1. Break and retest adalah salah satu pola yang paling mudah terlihat setelah harga bergerak. Resistance ditembus, harga kembali ke area yang sama, lalu bergerak lagi searah breakout. Masalahnya: ketika kita sudah tahu hasil akhirnya, hampir setiap sentuhan ulang dapat disebut “retest yang...
False Breakout Forex: Kenapa Harga Tembus Level Tapi Gagal Lanjut?
Seri Forex Advanced — Validasi Strategi, Bagian 5. Harga menembus resistance, memicu entry breakout, lalu kembali masuk ke range. Trader menyebutnya false breakout. Masalahnya, istilah ini sering baru diberikan setelah hasil akhirnya terlihat. Jika ingin dipakai sebagai bagian strategi, false breakout harus memiliki definisi yang dapat dikenali sebelum kita tahu...
Cara Membaca Hasil Backtest Forex: Win Rate Tinggi Belum Tentu Bagus
Seri Forex Advanced — Validasi Strategi, Bagian 4. Win rate 80% terlihat meyakinkan. Profit factor 2,0 terdengar kuat. Maximum drawdown 8% terasa rendah. Tetapi satu angka saja hampir tidak pernah cukup untuk menilai sebuah strategi. Setiap metrik melihat sisi berbeda dari hasil backtest dan dapat memberikan gambaran yang menyesatkan jika...
Data Historis Forex: Seberapa Bersih Data untuk Backtest Anda?
Seri Forex Advanced — Validasi Strategi, Bagian 3. Backtest bisa terlihat presisi sampai dua angka desimal, tetapi hasilnya tetap bergantung pada bahan baku: data historis. Jika data kehilangan tick, memakai spread yang terlalu sederhana, salah zona waktu, atau membentuk candle berbeda dari kondisi eksekusi, angka akhir dapat memberi kesan ketelitian...
Walk-Forward Analysis Forex: Menguji Strategi di Luar Data Optimasi
Seri Forex Advanced — Validasi Strategi, Bagian 2. Strategi yang terlihat kuat pada satu periode dapat kehilangan performa ketika kondisi pasar berubah. Walk-forward analysis mencoba menjawab masalah itu dengan cara yang lebih disiplin: strategi dikembangkan pada satu jendela data, diuji pada periode setelahnya, lalu proses tersebut digeser dan diulang. Tujuannya...



















